简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat character encoding

"character encoding" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • The default character encoding in HTML-5 is UTF-8.
    Karakter encoding default dalam HTML-5 adalah UTF-8.
  • The default character encoding in HTML5 is UTF-8.
    Karakter encoding default dalam HTML5 adalah UTF-8.
  • For HTML5, the default character encoding is UTF-8.
    Untuk HTML5, pengkodean karakter default adalah UTF-8.
  • Fix several character encoding issues in susimail
    Memperbaiki beberapa masalah character encoding di susimail
  • Set the character encoding for all webpages
    Menyetel pengkodean karakter untuk semua halaman web
  • What is the correct character encoding to use in HTML?
    Apa pengkodean karakter yang benar untuk digunakan dalam HTML?
  • This has not always been the case. The character encoding for the early web was ASCII.
    Ini tidak selalu terjadi. Pengkodean karakter untuk web awal adalah ASCII.
  • With XML and HTML5, UTF-8 finally arrived, and solved a lot of character encoding problems.
    Dengan XML dan HTML5, UTF-8 akhirnya tiba, dan memecahkan banyak masalah pengkodean karakter.
  • UTF-8 is a character encoding capable of encoding all possible characters, or code points, in Unicode.
    UTF-8 adalah karakter encoding yang mampu untuk menyandi semua kemungkinan karakter dalam Unicode.
  • The meta tag above defines that HTML5 document that we create uses UTF-8 character encoding.
    Tag meta di atas mendefinisikan bahwa dokumen HTML5 yang kita buat menggunakan pengodean karakter UTF-8.
  • The Braille system was the first binary format for character encoding, using a six-bit code rendered as dot patterns.
    Sistem huruf Braille adalah sistem biner pertama untuk pengkodean karakter, menggunakan 6 bit kode yang ditampilkan menggunakan pola titik.
  • UTF-8 encoding has since become the dominant character encoding for the World Wide Web, accounting for more than half of all web pages.
    UTF-8 telah menjadi metode pengkodean karakter (character encoding) yang dominan untuk World Wide Web, meliputi lebih dari setengah jumlah seluruh halaman Web.
  • UTF-16 (16-bit Unicode Transformation Format) is a character encoding capable of encoding all 1,112,064 valid code points of Unicode.
    UTF-16 (16-bit Unicode Transformation Format) adalah suatu pengkodean karakter Unicode yang mampu mengkodekan 1,112,064 angka (disebut code point) dalam jangkauan kode Unicode dari 0 sampai 0x10FFFF.
  • To produce a smart font that can render the Balinese script from the character encoding of produced. The produced font will exercise the capability of OpenType and IBM?s ICU LayoutEngine technologies.
    Membuat font cerdas (smart font) yang dapat menampilkan aksara Bali dari representasi teks yang ada. Font ini akan memanfaatkan kemampuan teknologi OpenType dan ICU (International Components for Unicode) dari IBM.
  • Morse Code is a character encoding scheme that allows operators to send messages using a series of electrical pulses represented as short or long pulses, dots, and dashes in other words.
    Sandi Morse adalah skema pengkodean karakter yang memungkinkan operator untuk mengirim pesan dengan menggunakan serangkaian bunyi teratur dengan tenaga listrik yang digambarkan sebagai sebagai bunyi teratur pendek, panjang, titik dan garis atau dengan kata-kata lainnya.
  • Our items to translate are not "documents". They are html files and po files, with a specific format and character encoding (UTF-8) that must be maintained, and not corrupted by email programs or other methods of transfer.
    Bahan-bahan untuk penerjemahan bukan "dokumen". Mereka adalah file html dan file po, dengan format khusus dan karakter encoding (UTF-8) yang harus dipertahankan, dan tidak rusak oleh program email atau metode transfer lain.
  • The need to support more writing systems for different languages, including the CJK family of East Asian scripts, required support for a far larger number of characters and demanded a systematic approach to character encoding rather than the previous ad hoc approaches.
    Kebutuhan untuk mendukung berbagai macam tata tulisan, termasuk rumpun aksara CJK dari tulisan Asia Timur, membutuhkan dukungan untuk jauh lebih banyak aksara dan menuntut pendekatan yang tersusun rapi untuk penyandiaksaraan, dan bukan pendekatan seterjadinya seperti sebelumnya.
  • The Consortium has the ambitious goal of eventually replacing existing character encoding schemes with Unicode and its standard Unicode Transformation Format (UTF) schemes, as many of the existing schemes are limited in size and scope and are incompatible with multilingual environments.
    Unicode Consortium, suatu organisasi nirlaba yang mengkoordinasikan pengembangan Unicode memiliki tujuan ambisius untuk dapat, pada akhirnya, menggantikan skema pengkodean karakter yang ada dengan Unicode dan skema Unicode Transformation Format (UTF) nya, karena banyak skema yang ada sekarang memiliki keterbatasan ukuran dan lingkup dan takserasi dengan lingkungan multibahasa.